Bekali 15 Tenant, Inbistro Gelar Klinik Bisnis

Bekali 15 Tenant, Inbistro Gelar Klinik Bisnis

Bekali 15 Tenant, Inbistro Gelar Klinik Bisnis

Komitmen Universitas Trilogi untuk menciptakan para technopreneurship patut diacungi jempol.

Mereka dalam beberapa tahun terakhir konsiten melakukan pemberdayaan kewirausahaan, dengan menyasar para mahasiswa.

Salah satunya lewat Program Pengembangan Kewirausahaan yang dilakukan Inkubator Bisnis Universitas Trilogi (Inbistro). Inbistro fokus dalam membina pertumbuhan bisnis-bisnis pemula. Persinya sejak tahun 2016.

Direktur Inbistro Lahandi Baskoro mengatakan, pada 2018, pihaknya kembali

membuka program Klinik Bisnis untuk meningkatkan kapasitas usaha para tenant (peserta klinik bisnis). Baik dari sisi SDM maupun operasional perusahaan.

Kali ini acara digelar di Code Margonda, Mal Depok Town Square, Depok.

“Tahun ini ada 15 tenant yang mengikuti acara workshop Inbistro,” kata Lahandi kepada JawaPos.com, Rabu (25/7). Bisnis yang mereka geluti beragam, mulai dari pangan, teknologi informasi (game, aplikasi, e-commerce), hingga usaha agoriwasata.

Lahandi mengatakan, para tenant kali ini semuanya berasal dari mahasiswa Trilogi.

Beda dengan tahun sebelumnya.

Sebelum mengikuti klinik bisnis, lanjut Lahandi, para tenant melakukan visitasi ke PT Afra Insan Amanah (Afrakids) serta ke Learch Quran.

“Visitasi dilakukan agar mereka belajar langsung terkait budaya perusahaan, sistem bisnis yang dijalankan. Mulai dari operasional, pemasaran, produksi, hingga manajerial,” beber dia.

Saran Para Pakar

Selama mengikuti klinik bisnis di Code Margonda, Depok, Jawa Barat, para tenant didampingi mentor yang berpengalaman di bidangnya. Tahun ini, Inbistro menghadrikan empat mentor.

Mereka adalah Pakar Chemistry, Food Science Tehcnology, and Processing, Indri Indrawan, Founder Code Margonda, Tommy Hardiansyah, Co Founder Cozora (perusahaan edukasi live streaming), Dimas Ramadhani, dan Founder Rumah Organik Bibong Widyarti.

Dalam paparannya Indrawan menyatakan perlunya para tenant memiliki kompetensi dalam hal pengolahan, packaging, pemasaran, serta aspek regulasi. “Ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap eksistensi produk,” jelas Indra.

“Termasuk soal regulasi. Bagaimana mengurus perizinan produk. Mulai dari izin P-IRT, BPOM, hingga sertifikasi halal MUI. Setiap tenant atau siapapun yang bergelut dalam usaha pangan wajib tahu,” beber dia.

Untuk itu, keberadaan klinik bisnis Inbistro sangat bermanfaat bagi para tenant. Tak hanya sekadar menjalankan usahanya, melainkan bagaimana menjaga eksistensi bisnis mereka kedepan.

 

Baca Juga :