BlackBerry Nyatakan Berhenti Produksi Smartphone

BlackBerry Nyatakan Berhenti Produksi Smartphone

BlackBerry Nyatakan Berhenti Produksi Smartphone

BlackBerry menyatakan berhenti membuat ponsel dan akan fokus di software serta produk yang mengusung ‘keamanan’ tingkat tinggi. Publik sudah tidak bisa lagi melihat perangkat BlackBerry yang asli. Pasalnya, kini perusahaan asal Kanada itu telah menyerahkan mereknya kepada produsen pihak ketiga, seperti halnya BlackBerry DTEK 50 yang memiliki bentuk sangat mirip dengan Alcatel Idol 4.

Dalam pers rilisnya atas nama CEO John Chen, BlackBerry menyatakan bahwa

mereka akan menghentikan pengembangan hardware secara internal, dan menyerahkannya kepada partner.

“Kami mencapai titik perubahan dengan strategi kami. Pondasi keuangan kami kuat, dan kini kami fokus berpegang pada poros software,” kata sang CEO.

Ini bukan hal yang mengagetkan, karena BlackBerry sendiri seolah ketinggalan jauh

dalam berjualan smartphone di era meledaknya smartphone Android. Berdasarkan estimasi dari Gartner, sebuah perusahaan periset teknologi, bahwa BlackBerry hanya menguasai 0,1 persen pasar smartphone global di kuartal kedua tahun 2016 ini, atau setara sekitar 400.400 unit saja.

Menurut John Chen, perusahaannya harus menjual 5 juta smartphone per tahun

agar dapat bertahan di industri hardware. Mungkin hal itulah yang tak mampu disanggupi oleh BlackBerry.

 

Baca Juga :