Bulying di Sekolah Harus Segera Dihentikan

Bulying di Sekolah Harus Segera Dihentikan

Bulying di Sekolah Harus Segera Dihentikan

SOREANG – Kasus Bulying dengan kekerasan fisik terhadap DHI, 7, yang diduga dilakukan oleh teman sekelasnya mendapat perhatian serius oleh Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan.

Dirinya mengaku, sangat prihatin dengan tindakan kekerasan yang menimpa siswa yang justru

masih duduk di Sekolah Dasar (SD) Kelas I SDN Bojong Malaka II, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Senin (23/10) lalu.

“Jika informasi itu benar pihak sekolah harus duduk bersama dengan kedua orangtua. kalau ada gelagat kenakalan anak yang menjurus pada tindakan membahayakan ini harus segera dicegah,”jelas Gun Gun ketika di temui kemarin (31/10)

Dirinya menegaskan, kasus kekerasan pada anak harus menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, anak jaman sekarang mudah sekali terpengaru oleh tayangan-tayangan televisi yang bersifat negatif.

Selain itu, bentuk pengawasan harus dilakukan secara bersama-sama. Sehinggam

ketika anak di sekolah sudah perhatian kepada anak sudah menjadi tugas guru, akan tetapi bila dirumah menjadi tanggung jawab kedua orang tuannya.

“Kami cukup prihatin dengan kejadian ini, semoga kejadian ini tidak terjadi lagi dikemudian hari. Kami akan menunggu laporan dari pihak sekolah apakah yang sedang terjadi, apakah memang itu kegiatan yang terus berlangsung di sekolah. Mudah-mudahan itu tidak terjadi seterusnya,” harapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana menuturkan, pihaknya belum mendapatkan laporan tersebut.

Kendati begitu bila kejadian ini terjadi di SDN Bojong Malakan pihaknya akan segera meminta

informasi tersebut kepada kepala sekolah agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Menyikapi kenalakan yang dilakukan anak-anak sebetulnya masih dalam kewajaran. Namun, bila kenakalan tersebut menjurus pada prilaku yang membahayakan maka guru-guru disekolah tersebut harus memberikan perhatian.

“Anak-anak itu kecenderungan meniru, orang-orang dewasa dari guru, orangtua dan lingkungannya harus memberikan keteladanan,”ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan ibu korban, Tati Setiawati mengungkapkan, anaknya mengeluh sakit di perut sepulang sekolah, malah sempat muntah ketika perjalanan pulang ke rumah.

Awalnya Tati dan suaminya Kurnia Rukmana tidak mengetahui penyebab keluhan anaknya itu. Namun, takut terjadi yang tidak diinginkan anaknya langsung dibawa ke RSUD Al-Ishan Baleendah.

 

Sumber :

https://egriechen.info/