Menganggap Siswa Gakin “Diistimewakan”, Sejumlah Wali Murid Protes ke Balaikota Solo

Menganggap Siswa Gakin “Diistimewakan”, Sejumlah Wali Murid Protes ke Balaikota Solo

Menganggap Siswa Gakin “Diistimewakan”, Sejumlah Wali Murid Protes ke Balaikota Solo

Sejumlah wali murid mendatangi Balaikota Surakarta untuk melayangkan protes terkait sistem

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang dinilai “mengistimewakan” siswa gakin (warga miskin). Pasalnya, sistem tersebut mengancam kedudukan anak mereka yang telah mendaftar di beberapa sekolah.

Para orang tua yang anaknya terancam tidak mendapatkan sekolah tersebut melayangkan protes ke Posko PPDB Online SMA-SMK. Mereka mengeluhkan nasib anak-anak mereka yang tergusur akibat keistimewaan yang diberikan kepada warga miskin (gakin) yang bisa masuk meski dengan nilai pas-pasan.
Baca Juga : Jaksa Kejari Solo Satriawan Sulaksono Jadi DPO KPK, Absen Kerja Sejak Senin

“Seperti anak saya nilai rata-ratanya 7,5 tapi tergeswr oleh siswa gakin yang nilai rata-ratanya di bawah anak saya. Kejadian sama juga terjadi di SMA lain dimana nama anak saya sudah tidak ada,” urai salah satu orang tua siswa, Arius, setelah mendatangi posko PPDB Online SMA/SMK, Kamis (5/7/2018).

Hal senada disampaikan orang tua siswa lain, Anto dimana anaknya yang sebelumnya

terdaftar di SMAN 5 Surakarta juga hilang karena tergeser siswa gakin.
Baca Juga : Wanita Angkatan Udara Peringati HUT Ke-56 di Lanud Adi Soemarmo

“Seharusnya kan bersaing dengan nilai. Boleh saja miskin, tapi bersaingnya pakai nilai,” tukasnya.

Menurut Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surakarta, Agung Wijayanto, sekolah memang wajib menerima siswa gakin asalkan membawa syarat SKTM. Hingga saat ini jumlah pendaftar dari siswa gakin tidak lebih dari 40 persen.

“Tapi jumlah masih mungkin bertambah, karena hari terakhir besok. Selama SKTM

sudah diverifikasi, maka sekolah harus menerima siswa tersebut,” paparnya.
Baca Juga : PAN Usung Umar Hasyim-Abdullah AA Maju Pilwakot Solo

Sementara itu, petugas Posko PPDB Online SMa-SMK, Agus Pratomo mengatakan, sampai saat ini sudah masuk sebanyak 17 keluhan terkait kuota gakin.

“Kami hanya bisa menampung untuk dilaporkan ke atas. Kalau soal aturan gakin kan memang ada Permendikbudnya. Nah, soal SKTM itu harusnya pemkot yang memperketat penerbitannya,” pungkasnya. Triawati P

 

Sumber :

https://knowledgestudio.biz/kisah-nabi-muhammad-saw/