Obligasi Korporasi

Obligasi Korporasi

Obligasi Korporasi

Merupakan pilihan obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Untuk menjaga risiko yang terkendali pilihan obligasi korporasi ini kami batasi dengan penetapan rating minimal. Obligasi Korporasi memiliki risiko kegagalan berbeda-beda pada perusahaan yang berbeda, tergantung dari karakteristik penerbit dan jangka waktunya. Semakin tinggi tingkat risiko kegagalan, semakin tinggi tingkat suku bunga yang harus dibayar oleh penerbit.
Terdapat tiga elemen penting dalam penilaian obligasi yaitu:
Jumlah dan waktu dari arus kas yang akan diterima investor
Tanggal jatuh tempo obligasi
Tingkat pengembalian yang diinginkan investor
Yield Obligasi
Ada beberapa ukuran yield obligasi yang dipergunakan oleh investor yaitu:
a. Nominal Yield
Tingkat bunga yang diberikan obligasi dan besarnya sama dengan bunga kupon. Jika suatu obligasi memberikan bunga kupon sebesr 18% maka obligasi tersebut dinyatakan memiliki nominal  yield sebesar 18%.
b. Current Yield
Adalah rasio tingkat bunga obligasi terhadap harga pasar dari obligasi tersebut. Current yield dapat dipergunakan dengan rumus:
CY = C1/PM
Dimana:
CY      = Current Yield Obligasi
Ci      = pembayaran kupon pertahun untuk obligasi i
Current yield biasanya dilaporkan secara harian di media masa. Current yield memberikan gambaran perbandingan kupon obligasi dengan harga pasar obligasi. Meskipun demikian tidak bisa dianggap sebagai return sesungguhnya dari obligasi karena tidak dapat menggambarkan perbedaan antara harga obligasi pada saat dibeli dan harga obligasi pada saat dijual.
Contoh:
Apabila suatu obligasi membayar bunga pertahun sebesar Rp 150.000,00 dan harganya sebesar Rp 900.000,00, maka currentnya adalah 16,67%.
c. Yield to Maturity (YTM)
Tingkat bunga ini merupakan internal rate of return (IRR) yang diperoleh oleh pemodal dengan memiliki obligasi sampai dengan jatuh tempo. Misalkan suatu obligasi membayarkan bunga sebesar Rp 160.000,00 per tahun dengan jangka waktu selama 5 tahun. Apabila obligasi tersebut mempunyai nilai nominal (pelunasan) Rp 1.000.000,00 dan saat ini mempunyai harga pasar sebesar Rp 937.000,00, maka IRRnya bisa dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
            937 = (160/(1+i)) + (160/(1+i)2) +….+(160 + 1000)/(1+i)5)
Maka i = 18% . perhatikan bahwa IRR tidak lain merupakan tingkat bunga yang menyamakan sisi kiri persamaan (yaitu present value kas keluar) dengan sisi kanan persamaan (yaitu present value kas masuk).
Yield to Maturity pada umumnya bukanlah tingkat keuntungan yang diperoleh apabila obligasi tersebut dijual sebelum jatuh tempo. Sedangkan untuk yield to maturity zero coupon bond merupakan spot rate.
d. Yield to Call (YTC)
Adalah yield yang diperoleh pada obligasi yang bisa dibeli kembali (callable) sebelum jatuh tempo.
Berikut rumus untuk menghitung yield obligasi belum jatuh tempo: