Program KJP Belum Mampu Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Program KJP Belum Mampu Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Program KJP Belum Mampu Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dinilai tidak mampu meningkatkan kualitas pendidikan

di Ibu Kota Jakarta. Bahkan membuat mutunya jauh di bawah Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Bagaimana bisa maju mutu pendidikan di Jakarta, pemerintahnya tidak perhatian kepada sekolah swasta. Padahal di Jakarta paling banyak sekolah swasta,” kata Ketua Paguyuban Sekolah Swasta Saur Pandjaitan dalam keterangannya, Minggu (1/10).

Saur menyebut, di Jakarta, hanya 10 persen sekolah swasta yang kualitasnya

di atas sekolah negeri. Sebanyak 30 persen berada di tengah-tengah, dan sisanya di bawah sekolah negeri.

Ironisnya, sekolah-sekolah swasta yang harusnya diperuntukkan bagi orang berduit malah didominasi pemegang KJP. Sebaliknya sekolah negeri dikuasai orang berduit.

“Negara ini sudah terbalik-balik. Yang siswa miskin malah ditolak sekolah negeri yang gratis. Jadi yang menikmati sekolah gratis orang berduit,” bebernya.

Saur menambahkan, sekolah swasta sulit berkembang jika siswanya paling

banyak pemegang KJP. Sementara sekolah swasta susah sekali mendapatkan bantuan sarana dan prasarana.

“Sekolah swasta juga menyumbang dana APBN/APBD, tapi kok kalau sumbangan susah sekali sampai ke sekolah swasta,” kritiknya.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menambahkan, seharusnya sekolah negeri tidak boleh menolak siswa miskin hanya karena memiliki nilai rendah. Ini agar sekolah gratis juga bisa dinikmati siswa-siswa yang tidak mampu.

“Nah sekolah swasta karena berbayar harus memberikan nilai lebih dari sekolah yang gratis,” imbuhnya

 

Sumber :

https://planitdesign.org/kiat-menulis-kata-pengantar-untuk-makalah-yang-baik-dan-benar/