Proses dan Produk Perangkat Lunak

Proses dan Produk Perangkat Lunak

Deras masuknya produk perangkat lunak dari luar negeri di satu sisi menguntungkan pengguna karena banyaknya pilihan produk dan harga. Namun di sisi lain cukup mengkhawatirkan karena di Indonesia tidak ada institusi yang secara aktif bertugas membuat standard dalam pengukuran kualitas perangkat lunak yang masuk ke Indonesia. Demikian juga dengan produk-produk perangkat lunak lokal, tentu akan semakin meningkat daya saing internasionalnya apabila pengembang dan software house di Indonesia mulai memperhatikan masalah kualitas perangkat lunak ini.
Kualitas perangkat lunak (software quality) adalah tema kajian dan penelitian  turun temurun dalam sejarah ilmu rekayasa perangkat lunak (software engineering). Kajian dimulai dari apa yang akan diukur:
a) apakah proses atau produk
b) apakah memang perangkat lunak bisa diukur
c) sudut pandang pengukur dan bagaimana menentukan parameter pengukuran kualitas perangkat lunak
dan Produk perangkat lunak sendiri adalah sistem dari suatu rekayasa perangkat lunak yang terdiri dari source code, dokumentasi yang menjelaskan prosedur penyiapan dan penggunaan perangkat lunak tersebut.

Kualitas perangkat lunak dapat dilihat dari sudut pandang proses pengembangan perangkat lunak (process) dan hasil produk yang dihasilkan (product). Dan penilaian ini tentu berorientasi akhir ke bagaimana suatu perangkat lunak dapat dikembangkan sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna. Hal ini berangkat dari pengertian kualitas (quality) menurut IEEE Standard Glossary of Software Engineering Technology [3] yang dikatakan sebagai:

Ukuran dari kualitas perangkat lunak dapat dilihat dari antara lain :
v Maintainability , yaitu tingkat kemudahan perangkat lunak tersebut dalam mengakomodasi perubahan-perubahan
v Dependability, ketidakbergantungan perangkat lunak dengan elemen-elemen sistem lainnya atau sistem secara keseluruhan.Artinya kegagalan elemen lain tidak mempengaruhi performansi perangkat lunak
v Efficiency , menyangkut waktu eksekusi
v Usability , yaitu atribut yang menunjukkan tingkat kemudahan pengoperasian perangkat lunak

Disini saya mengambil contoh pengukuran kualitas perangkat lunak dari faktor usabilitas (usability). Yang akan diukur adalah dua buah perangkat lunak yang memiliki fungsi untuk mengkontrol peralatan elektronik (electronic device). Perangkat lunak yang pertama bernama TukangKontrol, sedangkan kedua bernama Caktrol.

Sumber : https://sam-worthington.net/