Rektor WNA Diragukan Kemampuannya Pimpin PTN

Rektor WNA Diragukan Kemampuannya Pimpin PTN

Rektor WNA Diragukan Kemampuannya Pimpin PTN

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

(Ristekdikti) berencana merekrut Warga Negara Asing (WNA) sebagai rektor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia beberapa waktu lalu. Namun, Ketua Dewan Pendidikan DIY, Wuryadi meragukan mereka dapat memimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan baik.

“Kalau rektor yang disuruh bekerja di indonesia saya sangat meragukan karena rektor tidak hanya ilmiah, tetapi bersifat untuk memanage satu kegiatan ilmiah.  Tapi juga harus sesuai dengan budaya yang diatur,” ujarnya kepada Eupost.id, (9/6).

Wuryadi khawatir jika WNA tidak paham dengan kondisi di Indonesia.

Jika mereka menerapkan apa yang terjadi di negaranya, maka dapat menyebabkan kesenjangan. Selanjutnya jika manusia yang ditata, akan sulit karena budaya sudah pasti berbeda. Mereka harus belajar segala hal tentang indonesia baik budaya dan kebiasaan masyarakatnya.

“Tidak akan efktif bagaimana pun pintarnya rektor yang ditunjuk dari luar tidak akan efektif sepenuhnya memanage perguruna tinggi. Itu yakin saya. Walapun ilmu memiliki sifat universal tapi ada yang harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi dilingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, jika WNA langsung menjabat sebagai rektor

, ia tentu menghadapi kondisi masyarakat yang berbeda. Tentunya jika dipaksakan dengan yang diterapkan di negaranya, tidak dapat berhasil. Namun Wuryadi menyadari jika WNA dijadikan sebagai tenaga ahli, tidak menjadi masalah. Ia dapat menjadi sumbangan pemikiran dalam bidang tertentu di perguruan tinggi.

“Nah jika tenaga ahli itu baru saja datang dan tidak mengerti tentang indonesia, ya ilmunya sebagian tidak bisa berkembang disini,” tegasnya

 

Baca Juga :