Software Project Planning

Software Project Planning

Software Project Planning

Software Project Planning

Proses Manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan serangkaian aktivitas  yang secara kolektif disebut project planning (perencanaan proyek). Dan aktivitas pertamanya adalah estimation (perkiraan). Karena estimasi menjadi dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek yang lain dan perencanaan proyek memberikan sebuah peta jalan bagi suksesnya rekayasa perangkat lunak, maka tanpa estimasi kita tidak dapat berjalan dengan baik.

Estimasi sumber daya, biaya dan jadwal untuk usaha pengembangan perangkat lunak membutuhkan pengalaman, mengakses informasi histories yang baik, dan keberanian untuk melakukan pengukuran kuantitatif bila hanya data kualitatif saja yang ada. Estimasi membawa resiko yang inheren dan resiko inilah yang membawa kepada ketidakpastian.

Faktor-faktor yang mempengaruhi estimasi adalah :
–    Project Complexity (kompleksitas proyek) berpengaruh kuat terhadap ketidapastian yang inheren dalam perencanaan. Tetapi kompleksitas merupakan pengukuran relatif yang dipengaruhi oleh kebiasaan dengan usaha yang sudah dilakukan pada masa sebelumnya.
–    Project Size (Ukuran Proyek). Bila ukuran bertmbah maka ketergantungan diantara berbagai elemen perangkat lunak akan meningkat dengan cepat. Dekomposisi masalah sebagai suatu pendekatan yang sangat penting dalam proses estimasi menjadi lebih sulit karena lagi karena elemen-elemen yang akan didekomposisimasih sangat berat.
–    Structural Uncertainty (ketidakpastian struktural). Bila metrik perangkat lunak yang komprehensif dapat diperoleh pada proyek yang telah lalu, maka estimasi dapat dilakukan dengan kepastian yang lebih tinggi.jadwal dapat dibuat untuk menhindari kesulitan-kesuliatan yang terjadi di masa lalu, dan resiko keseluruhan dapat dikurangi.

Perencana perangkat lunak harus melengkapi fungsi, kinerja, dan definisi interface (spesifikasi system). Perencana, dan lebih penting lagi pelanggan, harus mengetahui bahwa variabilitas pada kebutuhan perangkat lunak berarti ketidakstabilan biaya san jadwal.

Manajer proyek tidak boleh obsesif terhadap estimasi. Pendekatan-pendekatan rekayasa perangkat lunak modern memakai pandangan pengembangan yang interaktif. Pada pendekatan semacam ini dimungkinkan untuk melihat lagi estimasi dan merevisinya bila pelanggan mengubah kebutuhannya.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/