Tahap-Tahap Tumbuh Kembang Manusia

Tahap-Tahap Tumbuh Kembang Manusia

Tahap-Tahap Tumbuh Kembang Manusia

  1. Neonatus (lahir – 28 hari)

    Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan.
    Implikasi keperawatan : membantu orang tua untuk mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan yang tidak ditemukan.

  2. Bayi (1 bulan – 1 tahun)

    Bayi usia 1-3 bulan :
    – mengangkat kepala
    – mengikuti obyek dengan mata
    – melihat dengan tersenyum
    – bereaksi terhadap suara atau bunyi
    – mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak
    – menahan barang yang dipegangnya
    – mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh

Bayi usia 3-6 bulan :
– mengangkat kepala sampai 90°
– mengangkat dada dengan bertopang tangan
– belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau diluar jangkauannya
– menaruh benda-benda di mulutnya,
– berusaha memperluas lapang pandang
– tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain
– mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang
Bayi 6-9 bulan :

– duduk tanpa dibantu
– tengkurap dan berbalik sendiri
– merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
– memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
– memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
– bergembira dengan melempar benda-benda
– mengeluarkan kata-kata tanpa arti
– mengenal muka anggota keluarga dan takut pada orang lain
– mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan
Bayi 9-12 bulan :

– berdiri sendiri tanpa dibantu
– berjalan dengan dituntun
– menirukan suara
– mengulang bunyi yang didengarnya
– belajar menyatakan satu atau dua kata
– mengerti perintah sederhana atau larangan
– minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya
– ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya
– berpartisipasi dalam permainan
Implikasi keperawatan : mengontrol lingkungan sekitar bayi sehingga kebutuhan perkembangan fisik dan psikologis bayi dapat terpenuhi.

3. Todler (1-3 tahun)

Peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motorik
Anak usia 12-18 bulan :
– mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
– menyusun 2 atau 3 kotak
– dapat mengatakan 5-10 kata
– memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing

Anak usia 18-24 bulan :
– mampu naik turun tangga
– menyusun 6 kotak
– menunjuk mata dan hidungnya
– menyusun dua kata
– belajar makan sendiri
– menggambar garis di kertas atau pasir
– mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil
– menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang lebih besar
– memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka
Anak usia 2-3 tahun :

– anak belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
– membuat jembatan dengan 3 kotak
– mampu menyusun kalimat
– mempergunakan kata-kata saya
– Bertanya
– mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
– menggambar lingkaran
– bermain dengan anak lain
– menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya
Implikasi keperawatan : keamanan sangat penting. Strategi untuk mencegah risiko keselamatan harus dilakukan secara seimbang agar perkembangan anak tetap optimal.

  1. Pre sekolah (3-6 tahun)

    Dunia pre sekolah berkembang. Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan fisik lebih lambat.
    Anak usia 3-4 tahun:
    – berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
    – berjalan pada jari kaki
    – belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
    – menggambar garis silang
    – menggambar orang (hanya kepala dan badan)
    – mengenal 2 atau 3 warna
    – bicara dengan baik
    – bertanya bagaimana anak dilahirkan
    – mendengarkan cerita-cerita
    – bermain dengan anak lain
    – menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
    – dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

Anak usia 4-5 tahun :
– mampu melompat dan menari
– menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan
– dapat menghitung jari-jarinya
– mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
– minat kepada kata baru dan artinya
– memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya
– membedakan besar dan kecil
– menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.
Anak usia 6 tahun:

– ketangkasan meningkat
– melompat tali
– bermain sepeda
– menguraikan objek-objek dengan gambar
– mengetahui kanan dan kiri
– memperlihatkan tempertantrum
– mungkin menentang dan tidak sopan
Implikasi keperawatan : beri kesempatan untuk bermain dan berinteraksi sosial

  1. Usia sekolah (6-12 tahun)

Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. Perkembangan fisik, kognitif dan sosial meningkat. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi.
Anak usia 6-7 tahun :
– membaca seperti mesin
– mengulangi tiga angka mengurut ke belakang
– membaca waktu untuk seperempat jam
– anak wanita bermain dengan wanita
– anak laki-laki bermain dengan laki-laki
– cemas terhadap kegagalan
– kadang malu atau sedih
– peningkatan minat pada bidang spiritual
Anak usia 8-9 tahun:

– kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
– menggunakan alat-alat seperti palu
– peralatan rumah tangga
– ketrampilan lebih individual
– ingin terlibat dalam segala sesuatu
– menyukai kelompok dan mode
– mencari teman secara aktif

Anak usia 10-12 tahun:
– pertambahan tinggi badan lambat
– pertambahan berat badan cepat
– perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak
– mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri
– memasak, menggergaji, mengecat
– menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu
– membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu
– teman sebaya dan orang tua penting
– mulai tertarik dengan lawan jenis
– sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan
Implikasi keperawatan : memberikan waktu dan energi agar anak dapat mengejar hoby dan aktivitas sekolah. Mengakui dan mendukung prestasi anak.

6. Remaja (12-18/20 tahun)

– Konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi
– Mencoba nilai-nilai yang berlaku
– Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan
– Stres meningkat terutama saat terjadi konflik
– Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih gemuk
– Berbicara lama di telepon, suasana hati berubah-ubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat
– menyesuaikan diri dengan standar kelompok
– anak laki-laki lebih menyukai olahraga, anak wanita suka bicara tentang pakaian, make-up
– hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah, mulai melepaskan diri dari orang tua
– Takut ditolak oleh teman sebaya
– Pada akhir masa remaja : mencapai maturitas fisik, mengejar karir, identitas seksual terbentuk, lebih nyaman dengan diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu penting, emosi lebih terkontrol, membentuk hubungan yang menetap.
Implikasi keperawatan: bantu remaja untuk mengembangkan kemampuan koping atau strategi mengatasi konflik.

  1. Dewasa muda (20-40 tahun)

    – Gaya hidup personal berkembang.
    – Membina hubungan dengan orang lain
    – Ada komitmen dan kompetensi
    – Membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan peran sebagai orang tua
    – Individu berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat
    – pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan kesempatan dalam pekerjaan meningkat.
    Implikasi keperawatan : menerima gaya hidup yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka, dukung perubahan yang penting untuk kesehatan.

  2. Dewasa menengah (40-65 tahun)

    – Gaya hidup mulai berubah karena perubahan-perubahan yang lain, seperti anak meninggalkan rumah
    – anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai meninggalkan rumah
    – dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain
    – waktu untuk bersama lebih banyak
    – Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).
    Implikasi keperawatan: bantu individu membuat perencanaan sebagai antisipasi terhadap perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kesehatan dan fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan pada kelemahan.

  3. Dewasa tua

    – Young-old (tua-muda), 65-74 tahun : beradaptasi dengan masa pensiun (penurunan penghasilan), beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat berkembang penyakit kronik.
    Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menjaga aktivitas fisik dan sosialnya, mempertahankan interaksi dengan kelompok sebayanya.
    – Middle-old (tua-menengah), 75-84 tahun : diperlukan adaptasi terhadap penurunan kecepatan dalam pergerakan, kemampuan sensori dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain.
    Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menghadapi kehilangan (pendengaran, penglihatan, kematian orang tercinta).
    – Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi peningkatan gangguan kesehatan fisik.
    Implikasi keperawatan : bantu individu dalam perawatan diri dan mempertahankan kemampuan mandirinya jika memungkinkan


Sumber:

https://www.dosenpendidikan.co.id/